Rabu, 02 Januari 2013

Pelatihan AL Iran

Iran lakukan pelatihan AL di Selat Hormuz

Rabu, 26 Desember 2012 03:17 WIB | 3380 Views

 ilustrasi Personil militer mengibarkan bendera di atas kapal selam saat latihan perang Velayat-90 oleh Angkatan Laut Iran di Selat Hormuz, Iran selatan. (REUTERS/IIPA/Ali Mohammadi)

Kami akan menghormati perbatasan maritim tetangga-tetangga kami, dan melakukan manuver-manuver didasarkan pada hukum internasional,"  



Teheran (ANTARA News) - Iran akan menyelenggarakan pelatihan angkatan laut enam hari di Selat Hormuz, Teluk Persia, akhir pekan ini untuk menunjukkan "kemampuan"nya, kata perwira penting angkatan lautnya Selasa.

Pelatihan itu bersandi "Velayat 91" akan meliputi daerah yang termasuk selat itu, Laut Oman dan bagian-bagian dari Samudra India, kata Laksamana Habibollah Sayari dalam pernyataan yang disiarkan kentor berita ISNA.

Kapal-kapal perang, kapal selam akan digunakan dan diuji dalam pelatihan yang menurut rencana akan dimulai 28 Desember, katanya.

"Kami akan menghormati perbatasan maritim tetangga-tetangga kami, dan melakukan manuver-manuver didasarkan pada hukum internasional," kata Sayari.

Iran bertujuan untuk meunjukkan kemampuan pertahanan angkatan laut dengan melakukan pelatihan ini, dan mengirim pesan perdamaian dan persahabatan kepada negara-negara kawasan itu."

Iran sering melakukan uji coba rudal dan manuver untuk menegaskan kekuataan militernya dan berulang-ulang mengancam akan menutup Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal-kapal tangki seandainya negara itu diserang.

Selat itu adalah jalur pelayaran yang sempit di pintu masuk ke Teluk di mana sepertiga dari perdaganan minyak dunia melewati selat itu.

Amerika Serikat memperingatkan Iran bahwa setiap usaha untuk menutup selat itu akan dianggap sebagai satu "garis merah"-- landasan bagi serangan militer AS.

Angkatan laut Iran, dengan 17.000 personil, bertugas untuk mempertahankan kepentingan-kepentingan Iran di Samudra India dan tempat lain. Pasukan lepas pantainya enam pergat kecil dan perusak, dan tiga kapal selam klas Kilo buatan Rusia.

Satuan angkatan laut dari pasukan elit Pengawal Revolusi bertugas mempertahankan perairan Iran di Teluk itu.

Iran secara reguler mengecam kehadiran pasukan asing termasuk AS, khususnya yang digelar di Teluk. Iran mengatakan keamanan kawasan itu harus dijamin oleh negara-negara kawasan itu."

Sejumlah monarki Arab di Teluk khawatir apa yang mereka anggap sebagai ambisi wilayah Republik Islam itu, yang sering menegaskan bahwa menurut sejarah Persia perairan itu adalah milik Iran, demikian AFP
 

Israel rekrut remaja untuk perang cyber dengan Iran

Israel menyiapkan pasukan perang cyber dan intelijen yang terdiri dari remaja usia 16-18 tahun.

Pemerintah Israel pada Senin meresmikan program tersebut yang alasannya adalah karena meningkatnya ancaman cyber dari Iran.

Seperti dilaporkan kantor berita Xinhua, perdana menteri Benjamin Netanyahu meresmikan program itu di Ashkelon.

"Sistem-sistem penting kita adalah sasaran serangan, dan kemungkinan ini semakin besar di era digital. Kita memperkuat kemampuan kita menghadapi ancaman ini dan kita sekarang sedang membangun kubah besi digital," kata Netanyahu. Kubah besi digital yang dia maksud adalah sistem pertahanan rudal milik Angkatan Udara Israel.

Biro Cyber Nasional Israel (INCB), instansi yang dibentuk Netanyahu tahun lalu menjaring siswa-siswa pintar di SMA dari kalangan kurang mampu untuk dididik kemahiran komputer dan cibernetika.

Keamanan dunia maya menjadi prioritas nasional Israel sejak beberapa tahun terakhir.
Dinas rahasia Israel, Shin Bet, bulan lalu mengungkapkan unit cyber mereka telah menggagalkan beberapa serangan komputer Iran terhadap jaringan-jaringan strategis mereka.
Karena kekurangan sumber daya manusia, militer Israel konon merekrut hackers Yahudi dari seluruh dunia untuk menjadi spesialis perang cyber. Koran Yediot Aharonot mengemukakan para hacker itu dibujuk untuk pindah ke Israel dan mendapatkan gaji besar serta posisi bagus di perusahaan swasta.

Unit elit intelejen militer bernama 8200 pekan lalu mengadakan lokakarya tiga hari untuk menjaring puluhan siswa berbakat tingkat SMA.
Mereka disebut Perdana Menteri Netanyahu sebagai " masa depan buru sergap Israel."

Iran uji coba rudal dan torpedo

Selasa, 1 Januari 2013 10:49 WIB | 3237 Views

Foto dokumentasi peluncuran misil darat-ke-laut jarak jauh bernama Qader (Kuasa) awal tahun lalu(REUTERS/Jamejamonline/Ebrahim Norouzi/Handout)

Teheran (ANTARA News) - Angkatan Laut Iran "berhasil" melakukan penembakan rudal jarak dekat dan menengah serta torpedo  dalam pelatihan Angkatan Laut  pada Senin (31/12).

Pada hari keempat pelatihan Angkatan Laut besar-besaran selama enam hari --yang diberi nama Velayat 91, atau Pengawal 91 dan dimulai pada Jumat (28/12) di perairan Iran selatan-- Angkatan Laut "berhasil" melakukan uji-coba penembakan versi mutakhir rudal buatan dalam negeri permukaan-ke-udara, Ra`d (Petir), demikian laporan Press TV, Senin, dengan mengutip keterangan seorang pejabat.

Juru Bicara pelatihan itu, Laksamana Muda Amir Rastegari, mengatakan versi terdahulu rudal Ra`d telah diubah oleh para ahli Angkatan Laut Iran dan dipasang di kapal perang.

Versi baru rudal Ra`d dapat menjangkau sasaran udara jarak-menengah, kata Rastegari pada Jumat.

Angkatan Laut Iran juga "berhasil" meluncurkan rudal jelajah jarak-dekat aslinya, yang diberi nama Nasr (Kemenangan), pada hari keempat pelatihan besar militer itu, kata Press TV.

Rudal jelajah Nasr, yang dapat menghancurkan kapal dengan bobot sampai 3.000 ton, dapat diluncurkan dari pangkalan di darat dan kapal militer di lepas pantai, kata Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi sebagaimana dikutip.

Vahidi kembali mengatakan kemampuan baru akan ditambahkan pada rudal itu dalam waktu dekat sehingga rudal tersebut juga dapat diluncurkan dari helikopter dan kapal selam, demikian laporan Xinhua.

Selain itu, Angkatan Laut Iran juga menembakkan torpedo baru yang mengenai dan menghancurkan sasaran selama hari keempat pelatihan Angkatan Lautnya, kata Press TV.

Rastegari mengatakan, "setelah keberhasilan sistem pertahanan pantai" dan mundurnya kapal musuh, kapal sub-permukaan Iran menyergap "pasukan musuh dan menghancurkan mereka dengan torpedo canggih".

Ia mengatakan satuan permukaan Iran "memburu kapal musuh sambil melancarkan serangan rudal berat terhadap pasukan musuh", kata laporan tersebut.

Sementara itu, satuan Angkatan Laut Iran pada Senin melakukan pelatihan penembakan-jatuh pesawat musuh, terutama Kendaraan Udara Tak berawak (UAV), selama pelatihan di perairan di bagian selatan negeri tersebut.

"Hari ini, pesawat tak berawak musuh menghadapi serangan sengit pasukan Angkatan Laut (Iran), yang gagah berani di laut dan pantai, sebelum mereka dapat memasuki posisi tentara sahabat dan akhirnya mereka diserang dan dihancurkan oleh rudal Misaq --yang ditembakkan dengan peluncur yang dipanggul," kata Rastegari sebagaimana dikutip.

Rastegari juga mengatakan pesawat tak berawak tempur dan pengintai sahabat juga menerobos posisi pasukan musuh dalam misi terpisah dan menyerang kapal mereka setelah mengumpulkan keterangan intelijen dalam misi pengintaian mereka, demikian laporan kantor berita Fars.

Pada Minggu, Komandan Satuan Penerbangan Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Alireza Nayyeri, mengatakan Angkatan Laut Iran telah mendorong dan meningkatkan kemampuan UAV buatan dalam negerinya.

Pelatihan Angkatan Laut oleh Republik Islam itu dilakukan di Selat Hormuz, Laut Oman, bagian utara Samudra Hindia, Teluk Aden dan Selat Bab-el-Mandeb.

Iran latihan perang siber

Senin, 31 Desember 2012 19:38 WIB | 1876 Views


Teheran (ANTARA News) - Pasukan Iran Iranian melancarkan apa yang mereka sebut taktik perang siber yang pertama kalinya bagi unit Angkatan Laut Republik Islam Iran yang bermanuver di Selat Hormuz, demikian laporan media seperti dikutip AFP, Senin.

Angkatan Laut telah melancarkan serangan siber melawan jejaring komputer dari kekuatan defensif dalam rangka menginfiltrasi jejaring itu dan meretas informasi atau menyebarkan virus, lapor harian Iran berbahasa Inggris, mengutip Laksamana Madya Amir Rastegari.

Rastegari mengatakan serangan siber itu sukses dideteksi dan diblokir.

Dalam tiga tahun terakhir, fasilitas-fasilitan industri Iran termasuk minyak dan situs nuklirnya, demikian pula jejaring komunikasi dan sistem perbankan, dihajar serangan siber yang dituduh Iran dilakukan Amerika Serikat dan Israel.

Teheran mengungkapkan mereka telah mengembangkan unit siber sipil dan militer untuk menjawab serangan siber dari luar.

Selama pekan lalu, Angkatan Laut Garda Revolusi terlibat dalam latihan militer di Selat Hormuz dan Teluk Oman. (*)

Stuxnet kembali serang Iran

Rabu, 26 Desember 2012 17:01 WIB | 2234 Views

Teheran (ANTARA News) - Badan Pertahanan Sipil Iran mengatakan pembangkit listrik dan industri lain di Iran kembali menjadi target serangan siber worm Stuxnet, demikian disebut Kantor Berita ISNA.

"Perusahaan pemasok listrik Bandar Abbas telah terkena serangan siber. Tapi, kami dapat mencegah penyebarluasan serangan itu tepat karena tepat waktu dan kerjasama dari para ahli komputer kami," kata Kepala Badan Pertahanan Sipil Provinsi Hormozgan, Ali Akbar Akhavan.

Akhavan mengatakan perusahaan listrik yang terletak di wilayah selatan Iran itu telah disusupi serangan siber.

Perusahaan listrik Bandar Abbas memasok kebutuhan listrik ke provinsi Hormozgan dan wilayah lain di sekitarnya yang berada di dekat selat Hormuz.

Iran, sejak 2010, seringkali menjadi sasaran serangan siber baik berupa malware ataupun worm dengan berbagai varian nama seperti Stuxnet, Flame, Duqu, Gauss, Mahdi, Wiper, ataupun Shamoon.

Iran menyebut AS dan Israel menjadi dalang pembuat serangan Stuxnet yang mengincar pembangkit-pembangkit listrik tenaga nuklir.

Selain Iran, Stuxnet juga menyerang negara-negara lain termasuk Indonesia yang pada Agustus 2010 tercatat 13.336 komputer terserang worm itu.

Anonymous mengancam lagi

Rabu, 2 Januari 2013 20:53 WIB | 1211 Views

(ANTARA News) - Kelompok peretas jaringan Internet global yang menyebut diri Anonymous mengklaim akan meneruskan aksi mereka pada 2013.

Dalam situs anonews.org, Anonymous menyebut serangannya ditujukan ke pemerintahan, organisasi, dan korporasi korup di seluruh dunia.

Mereka memajang pengumuman di halaman muka dengan kalimat "Tunggu Kami 2013" yang berlatar hitam.

Selain pengumuman itu Anonymous juga menempatkan video aksi mereka selama 2012 seperti kampanye-kampanye dan aksi peretasan ke sejumlah situs resmi otoritas AS dan perusahaan swasta.

Video itu juga menunjukkan kampanye Anonymous yang menentang kebijakan pemerintah Suriah menyusul  pemutusan hubungan Internet di negara mereka.

"Operasi yang ada di video itu hanyalah contoh, ada lebih banyak operasi di sana. Beberapa dari operasi itu masih berjalan seperti Operasi Suriah. Kami masih di sini," sebut Anonymous di bawah tayangan video mereka pada anonews.org.

Namun, sejumlah pihak meyakini serangan Anonymous tidak akan berdampak besar pada jaringan Internet global, termasuk perusahaan keamanan Internet, McAfee Labs.

 

Prediksi serangan siber 2013 versi Trend Micro

Kamis, 27 Desember 2012 22:08 WIB | 1461 Views

(ANTARA News) - Perusahaan penyedia layanan keamanan komputer dan jaringan, Trend Micro, meramalkan sejumlah serangan siber (online) yang akan terjadi sekaligus peningkatan serangannya di dunia pada 2013.

"Ramalan kami tentang serangan ke (perangkat bersistem operasi) Android meleset pada tahun lalu. Tapi pada 2013, kami meramalkan lebih dari satu juta malware akan menyerang Android," kata Manajer Pengembangan Bisnis Trend Micro Indonesia, Aulia Huriadi, di Jakarta, Kamis.

Aulia menyebut sisi keamanan sistem operasi baru Microsoft, Windows 8, masih terbatas hanya untuk pengguna individu atau konsumer dan belum menyasar pengguna korporat.

"Pelaku kejahatan siber terus menggunakan layanan komputasi awan yang sah seperti Dropbox, Pastebin, Google Docs, ataupun blog, Facebook, dan Twitter untuk mengirim script bagi serangan sebelumnya," kata Aulia.

Perkembangan perangkat digital yang semakin merambah ranah individu seperti televisi digital, menurut Aulia, membuka peluang ancaman ke lokasi-lokasi yang tidak terduga.

"Serangan siber dunia juga dengan motif politis akan lebih merusak, seperti Flame atau Stuxnet," kata Aulia.
Trend Micro juga meramalkan aturan hukum terkait pelaku kejahatan siber di berbagai negara akan efektif pada dua hingga tahun mendatang.

Jenis-jenis ancaman siber pada tahun depan pun, lanjut Aulia, akan semakin canggih yang tidak terbatas pada umpan (phishing) dengan worm ataupun pemakaian keylogger untuk mentransfer dana secara otomatis.

Aulia mengatakan Benua Afrika akan menjadi lokasi aman bagi para pelaku kejahatan siber, baik secara maya ataupun fisik, karena mempunyai pipa koneksi Internetnya mencapai lebih dari empat giga bit.
 

Saatnya pemerintah bentuk divisi perang siber

Rabu, 28 November 2012 20:14 WIB | 2059 Views

(ANTARA News) - Saatnya pemerintah membentuk divisi perang siber karena serangan dunia maya sifatnya terselubung tapi berdampak besar.

Hal itu dikemukakan Ketua Asosiasi Peguruan Tinggi Informatika dan Komputer Prof Richardus Eko Indrajit di Jakarta, Rabu.

"Ini fakta, serangan siber dan media sosial berhasil menggoyang negara-negara Timur Tengah. Sekarang perang bukan pakai senjata api tapi serangan siber," katanya ketika ketika menjadi pembicara di diskusi panel "Microsoft Goverment Solution Day : Menyongsong Indonesia 2025".

Eko mencontohkan, satu orang berbicara kepada dua orang, dua orang berbicara ke lima orang dan seterusnya."Semua terjadi dalam satu waktu dan mudah sekali menyebar. Akhirnya, pemerintah tidak akan bisa mencegah, jika tidak ada filternya."

Menurut Eko ada beberapa modus peretas asing jika ingin mengacaukan negara lain.

Pertama, mereka membobol laman-laman pemerintah atau bank dan mencuri data-data penting. Kedua, mereka membuat laman baru atau meretas laman yang sudah ada dan memasukkan data serta informasi yang salah. Hal itu akan menimbulkan fitnah dan para pembaca akan mudah terprovokasi.

Ketiga, peretas dapat melumpuhkan objek-objek vital negara seperti Bandara, kilang-kilang minyak, pelabuhan, stasiun dan sarana transportasi lainnya.

"Karena itu, tugas divisi kejahatan dunia maya yaitu menyaring laman-laman yang bermuatan fitnah dan berbahaya," katanya.

Lebih lanjut Eko mengemukakan pemerintah juga harus meningkatkan keamanan negara secara bertahap seperti pembangunan infrastruktur baru, pembelian peralatan dan paling terpenting peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) negara itu sendiri.

"Tidak ada negara lain yang bisa melindungi negara kita, selain kita sendiri," katanya.

 

Kelompok anti-Israel retas server badan atom PBB

Kamis, 29 November 2012 19:33 WIB | 2531 Views

(ANTARA News) - Badan atom Persatuan Bangsa-Bangsa, IAEA, mengakui bahwa salah satu server komputernya telah diretas oleh satu kelompok anti-Israel.

IAEA mengatakan, satu kelompok yang awalnya tidak diketahui, bernama Parastoo, telah mem-posting rincian kontak lebih dari 100 ahli nuklir di website kelompok itu.

Parastoo meminta para ahli nuklir yang berada dalam daftar itu untuk mendatangani petisi yang meminta penyelidikan IAEA terhadap program senjata nuklir Israel yang belum terungkap, menurut BBC dalam laporannya, Kamis.

IAEA sekarang sedang menyelidiki program nuklir kontroversial Iran.

Israel secara luas diyakini memiliki senjata nuklir namun tidak ada konfirmasi atau menolak hal itu di bawah kebijakan "ambiguitas strategis".

Juru bicara Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Gill Tudor mengatakan bahwa IAEA "sangat menyesalkan publikasi informasi itu yang telah dicuri dari sebuah server lama".

Dia mengatakan, server telah ditutup beberapa waktu lalu dan para ahli telah berusaha menghilangkan "kemungkinan kerentanan" di dalamnya, bahkan sebelum server diretas.

"Tim tehnik dan keamanan IAEA terus menganalisis situasi dan melakukan segalanya yang mungkin untuk membantu memastikan tidak ada informasi lain yang rentan (telah dicuri)," katanya.

Arti lain Parastoo adalah Farsi, nama spesies burung walet dan sebuah nama untuk perempuan Iran.

Badan yang bermarkas di Viena itu mengatakan bahwa data yang dicuri menyangkut "rincian kontak terkait ahli-ahli yang bekerja dengan IAEA".

Nama-nama di dalamnya termasuk fisikawan universitas-universitas di Amerika Serikat, Inggris, Eropa dan Jepang serta peneliti di Badan Energi Atom Jepang, Laboratorium Nasional Los Alamos pemerintah AS dan Institut Riset Antariksa Rusia.

Seorang diplomat Barat dikutip kantor berita Reuters mengatakan, data yang dicuri diyakini tidak termasuk informasi yang berhubungan dengan pekerjaan rahasia yang dilakukan IAIE.

Israel, AS, dan negara-negara Barat lainnya menuduh Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata nuklir, tuduhan yang oleh Teheran dengan tegas dibantah.

Awal bulan ini, IAEA mengatakan bahwa Iran siap menggandakan produksi di fasilitas pengayaan uranium bawah tanah di Fordo.

Dalam sebuah laporan, badan itu mengatakan tidak bisa menyimpulkan bahwa semua bahan nuklir di Iran untuk kegiatan damai.

Server IAEA dijebol aktivis anti-Israel

Rabu, 28 November 2012 22:01 WIB | 1912 Views

(ANTARA News) - Kelompok anti-Israel meretas salah satu server badan atom PBB, IAEA, dengan tujuan minta agar organisasi itu untuk menyelidiki nuklir  Israel.

IAEA mengatakan kelompok aktivis Parastoo, yang tak pernah dikenal sebelumnya, memasang 100 nama pakar nuklir di website mereka.

Parastoo  meminta para pakar nuklir untuk menandatangani petisi agar IAEA mau melakukan investigasi terhadap Israel.

Israel diyakini berbagai kalangan memiliki senjata nuklir tapi negara Yahudi itu tidak pernah menyangkal ataupun membenarkan hal tersebut karena mereka punya kebijakan politik "ambiguitas strategis".

Juru bicara IAEA Gill Tudor mengatakan "sangat menyesalkan publikasi dari informasi curian yang berasal dari satu server lama."

Parastoo dalam bahasa Persia adalah suatu nama perempuan atau burung walet.

Beberapa nama ahli fisika dari Universitas di Inggris, Eropa dan Jepang juga masuk ke dalam daftar tersebut. Ada pula nama-nama asal Rusia dan Amerika Serikat diminta membubuhkan dukungannya.

IAEA sedang melakukan investigasi terhadap program nuklir Iran  yang kontroversial.

Dalam laporan IAEA disebutkan mereka tidak dapat menyimpulkan bahwa semua bahan nuklir Iran digunakan untuk tujuan damai. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar