Menangislah...
Mungkin itulah kata yang tepat, untuk pertama kali
saya ucapkan pada diri ini (jiwa dan ruh ini) ... Karena begitu
'menonjok'-nya nasihat dari salah satu sahabat Rosululloh SAW yang mulia
ini.
"
Duhai Alloh yang Maha Mengampuni, ampuni aku.. Wahai Robb yang Maha Menyayangi, sayangi aku..
Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan.
Keyakinan tinggal pemikiran, yang tidak berbekas pada perbuatan.
Banyak orang baik, tapi tidka berakal..
Ada orang berakal, tapi tidak beriman..
Ada yang berlidah fasih, tapi berhati lalai..
Ada yang khusyuk, tapi sibuk dalam kesendirian..
Ada yang ahli ibadah, tapi mewarisi kesombongan iblis..
Ada yang ahli maksiat, tapi rendah hati bagaikan sufi..
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat, dan..
Ada yang banyak menangis karena kufur nikmat..
Ada yang murah senyum, tapi hatinya mengumpat..
Ada yang berhati tulus, tapi wajahnya cemberut..
Ada yang berlisan bijak, tapi tak memberi teladan..
Ada pezina, yang tampil jadi figur..
Ada yang punya ilmu, tapi tidak paham..
Ada yang paham, tapi tidak menjalankan..
Ada yang pintar, tapi membodohi..
Ada yang bodoh, tapi tak tahu diri..
Ada yang beragama, tapi tidak berakhlak..
Ada yang berakhlak, tapi tidak ber-Tuhan..
Lalu, diantara semua itu.. aku ada dimana?!
(ALI BIN ABI THOLIB, rodhiyaLLohu 'anhu)
Lelaki Akhirat
Tulisan dibawah ini saya kutip, karena sangat memberikan inspirasi dan
motivasi untuk selalu istiqomah dan semangat menjaga cita-cita tertinggi
setiap dai: syahid fi sabilillah..
Kadar dan proposi seseorang
dalam perannya di dunia, tidak boleh melupakan dan menggeser cita-cita
perjuangannya, walaupun sedikit!
Selamat membaca kisah nyata dibawah ini:
-------------------------------------------
BRIGADE
IZZUDIN AL-QOSSAM, sangat ditakuti israel. Tak mudah memang menjadi
anggota brigade ini, benar-benar mujahid pilihan. Tangguh, skill tempur
yang tinggi, mental membaja, tekad yang kuat, dan semangat jihad yang
senantiasa menggelora, bergemuruh di jiwa mereka, tak pernah padam,
dilandasi keimanan yang kokoh dan keikhlasan dalam berjuang. Jika belum
hafizh al-Qur’an (30 juz), tak bisa masuk dalam pasukan elit ini. Wajar
jikaisrael gentar nyalinya, meski dipersenjatai dengan tank baja,
senjata mutakhir dan pesawat tempur canggih pasokan amerika serikat.
Tentara langit tentu berbeda dengan tentara bumi. Lelaki akhirat pasti
berbeda dengan lelaki bumi. Prajurit fikroh dan aqidah pasti berbeda
dengan prajurit dengan ambisi duniawi dan polutannya.
Suatu
ketika seorang ikhwah diizinkan masuk ke terowongan bawah tanah milik
Hamas. Disitu ia bertemu dengan satu katibah al-Qassam. Semua memakai
penutup wajah, sehingga ikhwah ini tak bisa melihat wajah dan tak kenal
siapa lelaki-lelaki akhirat ini. Berkali-kali ia membujuk agar diizinkan
melihat wajah pasukan khusus ini, tak seorangpun yang membukanya.
Melihat keinginan kuatnya, akhirnya satu persatu mujahid membuka penutup
wajahnya, semuanya, kecuali satu orang. Ikhwah ini kembali membujuk,
hingga menyebut nama Allah, barulah ia mau menampakkan wajahnya. Betapa
terkejutnya ikhwah ini, termasuk sebagian mujahidin al-Qassam, karena
lelaki terakhir yang membuka penutup wajah itu, yang tak ingin
orang-orang mengenalnya, yang sering terjun langsung berjihad melalui
terowongan bawah tanah itu, yang menggentarkan tentaraisrael
la’natullah, ternyata adalah orang nomor satu di Pemerintahan Palestina,
pejabat tertinggi negara, perdana menteri, Ustadz Ismail Hanniyah.
Allaahu Akbar…Allaahu Akbar.
Ikhwah fillah, Sesungguhnya
banyak kisah menakjubkan dari mujahid-mujahid ikhwan yang patut menjadi
contoh dan penumbuh semangat kita untuk bergerak di jalan dakwah ini.
Beliau yang di satu sisi berpenampilan rapi, berjas berdasi, memimpin
rapat-rapat kenegaraan bersama menteri-menteri, menerima tamu-tamu
negara, tapi di saat lain ia al-hafizh berada di dalam terowongan
bersama lelaki-lelaki akhirat, ia adalah anggotabrigade super khusus
yang siap menggempur israel la’natullah. Begitu sulit merangkai kata
menjelaskannya.
Ikhwah fillah,Sementara kita disini
merangkai amal demi amal, berharap dengan amal yang sedikit ini mampu
membuat kita dipilih oleh Allah menjadi lelaki dan wanita akhirat,
lelaki dan wanita surga. Maka kita malu jika lalai dalam ibadah, malu
jika lalai menghadiri usroh dan liqo-liqo apapun termasuk atas
keterlambatan hadir, malu jika amanah dakwah tidak sempurna kita
tunaikan, malu jika tidak memiliki semangat dalam harokah ini, malu
untuk menyusun kata atas seringnya udzur, malu jika masih memiliki
prasangka negatif kepada ikhwah, qiyadah dan jamaah ini, malu jika kita
masih memiliki lintasan harapan keduniaaan dalam dakwah ini, berupa
ambisi jabatan, popularitas, maupun kepentingan-kepentingan pribadi.
Lindungi kami ya Allah.
Ikhwah fillah, yakinilah bahwa setiap
apapun yang kita lakukan untuk dakwah ini, perjalanan kita menghadiri
liqo di siang dan malam hari, ataupun rapat, aksi, silaturahim, maupun
program dakwah lainnya, pasti dicatat oleh Allah SWT. Bahkan atsar atau
bekas-bekas amal yang kita tinggalkan pun akan dikumpulkan Allah dalam
Kitab-Nya. Ilmu dan nasihat yang kita sampaikan dalam halaqoh, ide-ide
hasanah yang kita sampaikan dalam rapat-rapat…semua amal dan
bekas-bekasnya itu, akan dikumpulkan lagi oleh Allah SWT. Allaahu Akbar.
Sesungguhnya
Kami menghidupkan orang-orang yang telah mati dan Kami mencatat apa-apa
yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan
segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang nyata (QS Yasin:12)
Oleh
karena itu ikhwah fillah, berikan yang terbaik dalam setiap amal kita,
berikan yang terbaik dalam setiap liqo’ kita, landasi setiap amal dan
pembicaraan dengan keikhlashan, pasti Allah mencatat itu semua.
Sumber : milist PKPU
Editing : Dedi M
Narasumber : Abu Fauzan.