Warning Armageddon !! Perang besar baru di timur tengah dimulai..Iran vs Israel dkk
setelah
beberapa minggu lalu timur tengah panas dengan pernyataan presiden
turki untuk mengatakan siap perang terhadap israel...skrang Iran yang
menyatakan siap perang terhadap israel dan sekutunya...pernyataan Iran
ini terkait dari ancaman Israel yang sedang mengajak negara sekutunya
untuk menyerang Iran dalam waktu dekat ini...Rusia dan China sudah
merayu agar perang ini tidak terjadi karena dampaknya akan sangat besar
oleh negara2 diseluruh dunia...target serang sekutu kali ini bukan
negara kecil yang alutsistanya juga kecil tapi adalah Iran..salah satu
negara yang memiliki militer terkuat di timur tengah...Bila serangan ini
terjadi bahaya Worl War III segera dimulai...
Bila perang ini benar-benar terjadi maka kita akan melihat rudal-rudal
segede gaban yang berterbangan di di atas langit timur tengah...inilah
yang disebut dengan perang teknologi tercanggih abad ini...
Siapakah yang akan menjadi sekutu iran???
akankah pasukan hamas melakukan serangan balasan terhadap israel dari
utara dan pasukan hizbullah melakukan serangan balasan terahadap israel
dari selatan karena segera mengusik Timur Tengah???
kita tunggu aja kelanjutan beritanya....
bila WWIII terjadi..negara kita Indonesia pasti terkena dampaknya..akan
terjadi kerusuhan dimana-mana karena masalah ini dan masalah intern
dalam negri...tidak mustahil kejadian mei 98 bisa kembali terulang
bahkan bisa lebih parah lagi....ywdah simak artikel2 berikut
Israel Bersiap Serang Iran
Minggu, 06 November 2011 | 17:09 WIBTEMPO Interaktif, Presiden Israel Shimon Peres mengungkapkan rencana Israel dan negara sekutunya untuk menyerang Iran. Rencana itu disampaikan Peres kepada saluran televisi swasta di negara itu. "Kami harus bekerja sama dengan negara-negara untuk menjamin kalau mereka (Iran,red) memelihara komitmen mereka. Ini harus dilakukan karena ada daftar panjang opsi-opsi," kata Peres, Sabtu, 5 November 2011.
Sebelumnya, media Israel melaporkan kalau badan intelijen dari berbagai negara telah mengawasi Iran dengan cermat. "Intelijen mendesak para pemimpin mereka memperingatkan bahwa Iran akan memiliki senjata nuklir," kata laporan media Israel. Kamis lalu, Israel telah menyelesaikan latihan pertahanan sipil besar-besaran di daerah Tel Aviv. Latihan itu bertujuan mensimulasi satu tanggapan serangan-serangan rudal konvensional dan non-konvensional. Termasuk telah melakukan uji coba rudal balistik.
Seperti dikutip Sidney Morning Herald, Rabu lalu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Ehud Barak berusaha menggalang dukungan kabinetnya untuk segera memutuskan serangan ke Iran. Keputusan resmi itu baru akan diambil Selasa atau Rabu pekan ini. Termasuk kemungkinan melancarkan rudal dan pemakaian radioaktif dalam rudal mereka.
Haretz, koran terkemuka Israel, dalam satu jajak pendapatnya menyatakan opini publik Israel terbelah soal serangan-serangan terhadap fasilitas-fasilitas nuklir. Sekitar 41 persen mendukung, 39 persen menentang, dan 20 persen tidak memberikan keputusan.
http://www.tempointeraktif.com/hg/ti...365118,id.html
Haaretz Israel melakukan uji-tembak sebuah sistem pendorong roket dari pangkalan militer Palmachim, Rabu (2/11/2011). Kementerian Pertahanan Israel mengatakan, uji-tembak rudal itu merupakan rencanakan lama dan telah dilakukan sesuai jadwal.
Berang, Iran Pun Siap Berperang
Selasa, 08 November 2011 | 03:45 WIBTEMPO Interaktif:TEHERAN: -- Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi menegaskan, pernyataan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) bahwa Iran sedang membuat model-model komputer sebuah hulu ledak nuklir merupakan klaim-klaim palsu. "Biarkan mereka melansir laporan tersebut, dan kita lihat nanti," ujar Salehi, yang merupakan bekas pejabat senior urusan nuklir itu.
Salehi berkeyakinan, laporan yang disebut-sebut IAEA didapat dari hasil pengamatan intelijen itu seribu persen bermotif politik. "Saya yakin dokumen itu sangat lemah dari sisi keasliannya," ujar Salehi sebagaimana dilansir kantor berita semi resmi Iran, Mehr. "IAEA berada di bawah tekanan negara-negara adidaya."
Iran telah berulang kali membantah ambisi membangun persenjataan nuklir dan menegaskan bahwa nuklir digunakan negeri itu untuk pembangkit listrik dan tujuan damai lainnya. Karena itu, Salehi mengatakan negerinya siap menghadapi semua kemungkinan terburuk. "Lebih baik langsung menghadapi bahaya daripada selalu dalam bahaya," ucapnya.
IAEA kemarin menyatakan bakal segera merilis laporan intelijen seputar aktivitas nuklir Iran dalam pekan ini. Mengutip sejumlah sumber diplomat, koran Inggris, The Telegraph, menyebut Ketua IAEA Yukiya Amano memaparkan dokumen setebal 12 halaman dan laporan tahunan terbaru tentang aktivitas program nuklir Iran yang mengarah pada pengayaan uranium.
Adapun menurut bekas pejabat IAEA David Albright langkah-langkah Iran itu termasuk mendapat disain dan uji coba sebuah kapsul peledak untuk memicu ledakan nuklir. Harian The New York Times melaporkan, para pejabat yang mengetahui laporan intelijen itu mengatakan Iran memiliki sebuah fasilitas yang diyakini dipakai untuk menguji coba alat tersebut.
Karena itu, Presiden Israel Shimon Peres pada Sabtu malam lalu mengatakan kemungkinan besar Israel dan negara-negara lainnya akan menyerang Iran. "Kita harus mulai bekerja sama dengan negara-negara ini untuk menjamin bahwa mereka memelihara komitmen-komitmen mereka," kata Peres.
http://www.tempointeraktif.com/hg/ti...365381,id.html
Rusia: Israel Serang Iran Kesalahan Besar
Selasa, 08 Nopember 2011 01:07 WIBRusia: Israel Serang Iran Kesalahan Besar WartaNews-Moskow - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menegaskan bahwa aksi militer terhadap Iran akan menjadi "kesalahan besar dengan konsekuensi yang tak terduga." Langkah diplomasi adalah satu-satunya yang harus ditempuh terkait penyelesaikan nuklir Iran, bukan agresi militer, menurut Lavrov seperti dkutip kantor berita Prancis.
Ini bukan pertama kalinya Israel mengancam untuk menyerang Iran, kata Lavrov. Menlu Rusia juga menekankan perlunya melanjutkan pembicaraan antara Iran dan enam kekuatan dunia (G6). Badan Energi Internasional (IAEA) berencana menerbitkan laporan "yang akan memberikan bukti baru mengenai upaya Iran mengembangkan senjata nuklir.
http://www.wartanews.com/read/Intern...esalahan-Besar
Diam-Diam Inggris Tengah Bersiap Serang Fasilitas Nuklir Iran
Kamis, 03 November 2011 08:34 WIBREPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Inggris tengah meningkatkan persiapan untuk serangan militer terhadap Iran, surat kabar The Guardian melaporkan pada hari Rabu. Menurut laporan itu, Inggris semakin khawatir mengenai program nuklir Tehran, dan sedang mempersiapkan untuk menggunakan kapal Angkatan Laut mereka dalam beberapa bulan mendatang untuk membantu serangan Amerika Serikat pada fasilitas kunci di Iran.
Link: http://www.republika.co.id/berita/in...as-nuklir-iran
Inggris: Israel Akan Serang Iran Bulan Depan
TEMPO
Interaktif, London - Kepala Intelijen Inggris memperingatkan bahwa
Israel akan melancarkan aksi militer untuk mencegah Iran mengembangkan
senjata nuklir sekitar Natal.Sebuah laporan pengawas PBB tentang ambisi nuklir Iran telahmendiskreditkan Iran yang mengaku tak bersalah, menurut Menteri Luar Negeri Inggris William Hague.
Badan Energi Atom Internasional menemukan bahwa Iran sedang mengembangkan fasilitas uji coba nuklir, detonator nuklir, dan program komputer untuk hulu ledak nuklir yang cocok dengan rudal yang ada.
Sumber-sumber mengatakan pemahaman pejabat pemerintah Inggris adalah bahwa Israel akan berusaha untuk menyerang situs nuklir itu secepatnya dengan dukungan logistik dari Amerika Serikat.
Seorang tokoh senior Kementerian Luar Negeri Inggris mengungkapkan bahwa menteri telah diberitahu untuk mengantisipasi aksi militer Israel. "Kami memperkirakan terjadi sekitar Natal atau awal tahun depan," tambahnya.
Para pejabat Inggris percaya Presiden Barack Obama akan mendukung Israel atau menghadapi risiko kehilangan dukungan Yahudi-Amerika dalam pemilihan presiden berikutnya.
Dalam beberapa pekan terakhir, sumber Kementerian Pertahanan membenarkan bahwa rencana kontinjensi telah dibuat dalam hal Inggris memutuskan untuk mendukung aksi militer.
Tapi sumber itu mengesampingkan dukungan Inggris langsung. "Tentu saja kami tidak mendukung pengembangan bom Iran, namun apakah kami mengira mereka akan menggunakannya, tidak," ujarnya.
"Kekhawatiran lebih besar adalah tidak mungkin untuk menghentikan Arab Saudi dan Turki untuk mengembangkan senjata mereka sendiri."
Hague mengatakan akan mendorong lebih banyak sanksi terhadap Teheran ketika komite IAEA bertemu akhir bulan ini.
Sementara itu, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bersumpah tidak akan mundur sedikit pun dari program nuklirnya
berita bulan lalu..mungkin karena mereka udah tau kalau perang akan datang kali yah..makanya banyak yang udah siap2 perang...
terus juga ada beritanya kalau perdana menteri rusia vladimir putin berencana membentuk new uni sovyet dengan negara2 pecahan sovyet dulu...
belon lagi rusia yang udah 17kali ngetest rudal nuklir terbaru mereka bulava yang udah sukses...kayaknya mereka sudah siap kalau WWIII bakal datang..
terus juga ada beritanya kalau perdana menteri rusia vladimir putin berencana membentuk new uni sovyet dengan negara2 pecahan sovyet dulu...
belon lagi rusia yang udah 17kali ngetest rudal nuklir terbaru mereka bulava yang udah sukses...kayaknya mereka sudah siap kalau WWIII bakal datang..
Iran, Rusia, China Bangun Sistem Pertahananan Rudal Bersama
Berbagai sumber inteligen, terutama di Iran, mengungkapkan bahwa Iran bersama-sama dengan Cina dan Rusia kini tengah mengkaji pembangunan sistem pertahanan rudal bersama sebagai tandingan atas pembangunan sistem sejenis oleh Amerika dan NATO.
Sebagaimana dilansir oleh media massa Iran, "Kayhan", minggu lalu, sumber informasi tersebut menyebutkan alasan yang mendasari pemikiran pembangunan sistem pertahanan rudal bersama Iran-Cina-Rusia. Ketiga negara menyimpulkan pembangunan sistem pertahanan rudal Amerika dan NATO di Eropa Timur dan Turki serta rencana mengembangkan sistem sejenis di Korea dan Jepang merupakan ancaman langsung terhadap Cina dan Rusia meski para pejabat Amerika dan NATO menyatakan pembangunan itu ditujukan kepada Iran dan Korea Utara.
Cina adalah negara terakhir blok Iran-Rusia-Cina yang menyadari ancaman tersebut setelah Amerika merencanakan pembangunan sitem pertahanan rudal di Korea dan Jepang. Para analis Rusia dan Iran telah lebih dahulu menyadari ancaman tersebut, diekspresikan dalam kunjungan Menhan Rusia Nikolai Patrushev ke Iran baru-baru ini.
Sumber:
"Iran, Russia, China Mulling Joint Missile Sheild"; Tehran Times; 25 September 2011
Russia dan China Peringatkan AS soal Iran
LONDON,
KOMPAS.com — Rusia dan China menyatakan kekhawatirannya atas
kemungkinan serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran terkait
program nuklir negara republik Islam itu.Minggu ini, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menerbitkan sebuah laporan yang memberatkan yang menyatakan ada "bukti kuat" Iran secara diam-diam membangun gudang hulu ledak nuklir. Laporan terbaru itu menunjukkan, Iran bahkan bisa menjadi "negara nuklir" dalam beberapa bulan.
Perkembangan program senjata nuklir Iran itu akan meningkatkan kemungkinan AS melakukan tindakan pre-emptive terhadap Iran. Pekan lalu, sebelum laporan IAEA muncul, para pejabat penting Israel dilaporkan sedang mengupayakan meloloskan rencana serangan militer ke Iran. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan sedang melakukan agitasi untuk melakukan serangan udara terhadap fasilitas-fasilitas nuklir Iran.
Namun, Iran mengancam akan membalas setiap serangan dengan memblokade Selat Hormuz sehingga akan memotong 40 persen dari pasokan minyak dunia.
Menteri Lar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Senin (7/11/2011), menjadi orang terakhir yang mengecam setiap rencana aksi militer terhadap Iran. Ia mengatakan, hal itu akan menjadi "kesalahan yang sangat serius dengan konsekuensi tak terduga." Lavrov menambahkan, "Satu-satunya jalan untuk menghilangkan kekhawatiran adalah menciptakan setiap kondisi yang memungkinkan "untuk melanjutkan pembicaraan antara Iran dan enam kekuatan dunia yang terhenti sejak Desember lalu".
China juga menyatakan keprihatinannya tentang rencana serangan militer terhadap Iran. Namun, China mendesak Teheran untuk tidak konfrontatif dengan IAEA.
Moskwa dan Beijing telah mengisyaratkan kekhawatiran bahwa laporan tersebut akan menyudutkan Iran dan meredupkan setiap kesempatan diplomasi untuk menyelesaikan sengketa itu yang berpotensi memicu konflik lebih luas di Timur Tengah. "Rusia pada khususnya telah melakukan lobi cukup intensif," kata seorang diplomat senior Barat.
Presiden Israel Shimon Peres telah menyatakan tekad untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran. "Kemungkinan sebuah serangan militer terhadap Iran sekarang semakin dekat untuk dilaksanakan ketimbang penerapan opsi diplomatik," katanya akhir pekan lalu.
"Saya memperkirakan badan-badan intelijen semua negara sedang melihat jam berdentang, memperingatkan para pemimpin bahwa tidak banyak waktu yang tersisa," ujar Peres.
Calon presiden AS dari Partai Republik, Rick Perry, pekan lalu juga bersuara mendukung serangan udara Israel terhadap Iran. Gubernur Texas itu mengatakan, ia akan mendukung Israel dalam hal itu jika ada bukti bahwa Teheran semakin dekat memiliki senjata nuklir.
sumber
peta kekuatan IRAN VS ISRAEL
jika perang benar terjadi..maka kita akan melihat alat2 tempur ini beraksi dan berterbangan di atas langit timteng...moga ga ada yang nyasar ampe sini dah..
peta kekuatan Israel
Inggris: Israel Akan Serang Iran Bulan Depan
TEMPO
Interaktif, London - Kepala Intelijen Inggris memperingatkan bahwa
Israel akan melancarkan aksi militer untuk mencegah Iran mengembangkan
senjata nuklir sekitar Natal.Sebuah laporan pengawas PBB tentang ambisi nuklir Iran telahmendiskreditkan Iran yang mengaku tak bersalah, menurut Menteri Luar Negeri Inggris William Hague.
Badan Energi Atom Internasional menemukan bahwa Iran sedang mengembangkan fasilitas uji coba nuklir, detonator nuklir, dan program komputer untuk hulu ledak nuklir yang cocok dengan rudal yang ada.
Sumber-sumber mengatakan pemahaman pejabat pemerintah Inggris adalah bahwa Israel akan berusaha untuk menyerang situs nuklir itu secepatnya dengan dukungan logistik dari Amerika Serikat.
Seorang tokoh senior Kementerian Luar Negeri Inggris mengungkapkan bahwa menteri telah diberitahu untuk mengantisipasi aksi militer Israel. "Kami memperkirakan terjadi sekitar Natal atau awal tahun depan," tambahnya.
Para pejabat Inggris percaya Presiden Barack Obama akan mendukung Israel atau menghadapi risiko kehilangan dukungan Yahudi-Amerika dalam pemilihan presiden berikutnya.
Dalam beberapa pekan terakhir, sumber Kementerian Pertahanan membenarkan bahwa rencana kontinjensi telah dibuat dalam hal Inggris memutuskan untuk mendukung aksi militer.
Tapi sumber itu mengesampingkan dukungan Inggris langsung. "Tentu saja kami tidak mendukung pengembangan bom Iran, namun apakah kami mengira mereka akan menggunakannya, tidak," ujarnya.
"Kekhawatiran lebih besar adalah tidak mungkin untuk menghentikan Arab Saudi dan Turki untuk mengembangkan senjata mereka sendiri."
Hague mengatakan akan mendorong lebih banyak sanksi terhadap Teheran ketika komite IAEA bertemu akhir bulan ini.
Sementara itu, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bersumpah tidak akan mundur sedikit pun dari program nuklirnya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar