Senin, 31 Desember 2012

Pesawat Tempur Siluman Mematikan

Sub Atomik kecepatnya lebih cepat dari kecepatan cahaya


KAYU BALSA SEBAGAI BAHAN KONSTRUKSI
PESAWAT TERBANG MODEL

 Pendahuluan
Balsa ( Ocroma Garnivora ) merupakan jenis kayu yang mempunyai pertumbuhan tercepat didunia, dalam usia 7 tahun kayu ini mempunyai tinggi 27 meter dengan diameter pohon 45 cm dan mempunyai daun yang lebat serta lebar . Balsa dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis dengan curah hujan rata-rata 90 inch / tahun . balsa banyak ditemui di equador dan Brazil di sana pohon ini dibudidayakan secara luas

Hutan Balsa







Pemeliharaan 

Balsa setelah proses pemotongan
Kayu balsa  digunakan untuk pembuatan kerangka kapal laut, Mobil sport, dan pesawat tempur  , tidak ketinggalan dalam pembuatan pesawat model , dunia properti menggunakannya untuk membuat maket bangunan .Kayu ini dipilih karena punya karakteristik sangat ringan, mudah dibentuk dan mempunya tingkat elastisitas yang sangat tinggi serta mempunyai daya absorbsi yang relatif rendah terhadap air. Kualitas balsa ditentukan oleh tingkat densitasnya semakin kecil tingkat densitasnya semakin bagus kualitas balsa terebut dan semakin mahal pula harganya. Balsa biasanya dipasarkan dalam bentuk lembaran ( sheet ) atau balok-balok kecil, tergantung peruntukan balsa tersebut.
Di Aeromodeling yang digunakan adalah balsa sheet, dipakai untuk membuat rangka badan, sayap maupun ekor  pesawat. Balsa dibagi menjadi 3 grade yaitu :
  1. AAA Grade ( Super Light balsa ), mempunyai densitas kurang dari 120 Kg/m3
  2. AA Grade ( Medium light balsa), mempunya densitas antara 130 - 180 Kg/m3
  3. A Grade ( Hard Balsa ) , mempunyai densitas >200 Kg/m3
  • AAA Grade ( Super Light balsa ), digunakan untuk membuat rib sayap, dan fuselage ( badan pesawat )
  • AA Grade ( Medium light balsa), digunakan untuk membuat Leading Edge & trailing edge
  • A Grade ( Hard Balsa ), digunakan untuk membuat spar pada sayap

Bandung Dulu Lain Sekararng

Profil Kota Bandung

Kota Bandung (kotamadya) adalah ibu kota provinsi Jawa Barat. Kota Bandung secara geografis terletak antara 107 Bujur Timur and 6 55 Lintang Selatan. Wilayah Kota Bandung sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Bandung, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Bandung, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Bandung sedangkan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bandung. Luas wilayah Kota Bandung 167,45 km2 dan terbagi menjadi dua puluh enam kecamatan.


Lima PTN yakni Universitas Padjajaran, Institut Teknologi Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, IAIN dan STIA-LAN. Ditambah sekitar 40 PTS dari berbagai strata, mulai dari program 3 sampai program S3, Bandung merasa sah menyebut dirinya sebagai pusat kegiatan pendidikan tinggi.


Kegiatan perdagangan, hotel dan restoran, menjadi sandaran struktur ekonomi kota. Kegiatan perdagangan yang memberi andil terbesar bagi perputaran ekonomi kota ini ditunjang oleh 47 lokasi pasar tradisional dan 23 pertokoan di 16 kecamatan.

Selain perdagangan, industri pengolahan menjadi andalan kedua yang menghasilkan. Hasil utama kegiatan industri ini adalah tekstil dan pakaian jadi. Selain dipasarkan melalui factory outlet yang marak di seluruh penjuru Kota Bandung, Produk ini menjadi salah astu komoditas ekspor unggulan. Produk lain yang diekspor adalah alat elektronika seperti kotak amplifier, trafo, dan parabola yang dibuat di gang-gang sempit wilayah Kebongedang.


Terletak di dataran tinggi, Bandung dikenal sebagai tempat yang berhawa sejuk. Hal ini menjadikan Bandung sebagai salah satu kota tujuan wisata. Predikat sebagai pusat kegiatan kebudayaan dan pariwisata disandang karena kota ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Objek wisat yang ditawarkan terdiri dari wisata belanja, wisata hiburan, dan wisata budaya.


Untuk sektor transportasi, Kota Bandung memiliki sebuah bandara internasional, yaitu Bandara Husein Sastranegara yang menghubungkan Bandung dengan kota-kota lainnya di Indonesia dan juga Kuala Lumpur di Malaysia. Bandung juga mempunyai dua stasiun kereta api, yaitu Stasiun Bandung yang setiap harinya melayani rute Bandung-Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Semarang untuk kelas Bisnis dan Eksekutif dan Stasiun Kiaracondong untuk Kelas Ekonomi. Prasarana jalan di kota Bandung, antara lain, Jembatan Pasupati yang menghubungkan bagian utara dan timur Kota Bandung. Jembatan itu melewati lembah Cikapundung. Panjangnya 2,8 km dan lebarnya 30-60 m. Pada 25 Juni 2005 jembatan ini resmi dibuka. Jembatan ini rencananya akan menjadi land mark kota Bandung yang baru.

 

Braga, Keindahan Arsitektur Bandung

 

 Bandung - Berkunjung ke kota Bandung cobalah dengan nuansa lain. Sesungguhnya Bandung tidak hanya memuaskan nafsu belanja dan kebutuhan kuliner saja, Bandung juga bisa dinikmati dengan memperhatikan arsitektur bangunannya.
Cobalah menyusuri Jalan Braga. Kawasan yang dimulai dari Jalan Asia Afrika (persis di sisi bangunan Gedung Merdeka) sampai dengan rel kereta api menjelang Jalan Wastukencana ini adalah saksi bisu zaman keemasan arsitektur di Indonesia.
Bangunan-bangunan di Braga sampai kini menjadi semacam etalase berbagai gaya arsitektur. Mulai dari klasik-romantik, art deco, Indo-Europeanen, neo klasik, gaya campuran, sampai gaya arsitektur modern. Meski tak sepenuh sesuai dengan aslinya, keindahan arsitektur itu masih bisa kita saksikan di berbagai bangunan di kawasan Braga.
Misalnya Gedung Landmark, bekas toko buku Van Dorp dan gedung bioskop Majestic. Ketiga bangunan itu adalah hasil rancangan arsitek Wolff Schoemaker yang dibangun pada 1922. Arsitektur bangunan-bangunan itu menampilkan perpaduan antara arsitektur Barat dan Timur.
Dulunya, Braga hanyalah sebuah jalan tanah yang berlumpur pada musim hujan dan berdebu pada musim kemarau. Hanya pedati yang ditarik kerbau yang melewati jalan itu untuk mengangkut hasil bumi ke koffie pakhuis. Karena itu jalan tersebut dijuluki Karrenweg atau Pedatiweg.
Tentu saja sulit membayangkan Braga kini dulunya tempat lintasan kerbau menghela pedati. Maklumlah, Braga kini dengan deretan toko-toko yang menjual berbagai keperluan itu adalah salah satu kawasan termahal di kota Bandung.
Namun kalau mau ditelusuri lebih jauh, jejak kerbau menarik pedati itu menjadi gedung yang paling penting di Bandung saat ini. Gedung Balai Kota Bandung di Jalan Wastukencana dulunya adalah bekas lokasi gudang kopi.
Nama Braga sebagai nama jalan muncul pada 18 Juni 1882. Uniknya, nama itu diambil dari kelompok sandiwara tonil yang didirikan Asisten Residen Bandung Pieter Sijthoff. Sang asisten memberi nama kelompok tonilnya 'Braga'.
Karena untuk pemukiman orang Belanda, tidak heran jika bangunan-bangunan di sepanjang Braga aslinya bergaya arsitektur Oud Holland. Cirinya, bangunan induk memiliki gudang atau paviliun yang letaknya sejajar.
Wali Kota Bandung saat itu, B Coops berambisi menjadikan Braga sebagai komples pertokoan paling terkemuka di Hindia Belanda (Indonesia), De meest Europeesche winkel straat van Indie".
Pada zaman itu, Braga menjadi pusat belanja paling bergengsi. Masyarakat Bandung dan sekitarnya yang tergolong kaya berusaha memenuhi kebutuhannya dari Braga. Mereka membeli kain berkualitas impor di Toko Onderling Belang yang bangunannya sekarang ditempati Sarinah, atau hanya sekadar cuci mata melihat-lihat barang yang dipamerkan di etalase toko sepanjang jalan Braga sehingga kemudian muncul istilahBragaderen.
Sampai kini, pamor Braga sebagai kawasan elit di Bandung tidak memudar. Kendati berbagai daerah-daerah satelit baru bermunculan. Bentuk asli Braga yang menggambarkan ciri kota Bandung terus dipertahankan. Pemilik bangunan di jalan itu tidak bisa leluasa mendapatkan ijin untuk merenovasi bentuk bangunannya.
Namun seiring perjalanan zaman, fungsi bangunan di kawasan Braga itu pun disesuaikan dengan kebutuhan zaman. Selain toko buku dan restoran, kawasan Braga pun tumbuh sebagai kawasan bisnis. Di Jalan Braga kini ada Braga Citiwalk dengan hotel/apartemen di dalamnya.
Bila hari telah beranjak malam, kawasan Braga pun menjadi hingar bingar dengan dentuman music berbagai pub yang terdapat di sana. Jadi, untuk melengkapi kenikmatan menikmati keindahan arstitektur Braga pada siang hari, cobalah datang pada malam hari untuk melihat keindahan kehidupan malam di kota Bandung. [L1] (31-01-2008)

 

Sumber :
Abriansyah
http://www.inilah.com/berita/politik/2008/01/31/11193/braga-keindahan-arsitektur-bandung/
14 Agustus 2008
Sumber Gambar:
http://www.panoramio.com/photo/8081709
http://pub.mahawarman.net/bandoeng-jaman-doeloe/Bandung%20-%20Jalan%20Braga%20(Toko%20Luijks).jpg  

lagu jl braga oleh Hety Koes Endang  <click>   video bandung tempo dulu




 



 

Sabtu, 22 Desember 2012

Banjir Bandung dan Banjir se Jagat

Wacana kiamat makin masif dibahas di banyak media sosial, terutama menjelang tanggal 20 Desember 2012 atau 20-12-2012 (info lain: 21-12-12). Ketika banyak orang yang sengaja operasi caesar pada 12-12-12 yang lalu, juga menikah pada tanggal tersebut, bahkan cerai pun pada tanggal itu, banyak juga orang yang waswas atas ramalan kiamat Suku Maya. Selain kehancuran Bumi, kiamat juga bisa terjadi karena Bumi tenggelam akibat banjir sejagat. Apalagi ada bukti bahwa sembilan dari sepuluh tahun terpanas pada abad ke-20 lalu terjadi sejak tahun 1980-an dan terjadi pencairan es di kutub serta kenaikan muka air laut antara 15 - 25 cm pada 110 tahun terakhir.
Ada pertanyaan, betulkah banjir sejagat atau minimal kematian pulau bisa terjadi karena Global Warming? Tak dimungkiri, kenaikan konsentrasi CO2 menjadi salah satu sebab kenaikan temperatur Bumi. Bersama metana yang ke luar dari rawa, sawah, dan tangki septik, gas CO2 dimasukkan ke dalam gas rumah kaca (greenhouse gas) dan konsentrasinya kian besar karena industri otomotif. Tambah runyam lagi karena terjadi pembakaran atau kebakaran hutan seperti di Kalimantan dan Riau. Dua dekade terakhir ini Riau telah memusnahkan tiga juta hektar hutannya dan lahan kritisnya menjadi 2,4 juta ha. Di Karangasem juga, area hutannya hanya 16% dari luas wilayahnya, setengah dari luasan ideal 32%. Ini pun ikut memperbanyak CO2 di atmosfer.

Diyakini pula, perubahan iklim dapat mengubah pola sebaran penyakit malaria, DBD, flu unggas, kerusakan terumbu karang, hutan, pertanian, perkebunan, perpindahan penduduk pantai yang kebanjiran air laut khususnya pulau-pulau kecil dan penurunan ketersediaan air tawar atau air sungai (seperti di Kalimantan) yang menjadi payau karena pasang air laut. Yang paling menderita ialah negara berkembang karena secara geografis banyak yang berada di tropis. Diperkirakan 2% dari Produk Domestik Brutto (PDB) dunia lenyap akibat perubahan iklim dan kerugian terbesar diderita negara berkembang, antara 2 - 9% dari PDB-nya. Itu semua terkait dengan karbondioksida (CO2). 


Karbondioksida ialah hasil pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara dan minyak yang banyak digunakan untuk pembangkit listrik, transportasi dan kegiatan rumah tangga. CO2 dan uap air inilah yang mengatur temperatur muka Bumi sehingga kehidupannya atau ekosistemnya terjaga sampai sekarang. Bumi dapat menyerap setengah dari energi total matahari dan sisanya dipantulkan serta sebagian lainnya diserap oleh gas-gas di atmosfer. Hampir 60% dari energi yang diserap itu digunakan untuk penguapan air laut, sungai, danau dan air tanah sedangkan 40% sisanya dilepaskan ke atmosfer sebagai radiasi gelombang panjang.
CO2, uap air dan gas lainnya menyerap sebagian besar energi ini dan diemisikan ke Bumi. Akibatnya, permukaan Bumi menjadi hangat. Fenomena ini disebut natural greenhouse effect. Artinya, ada korelasi antara kadar CO2 di atmosfer dan temperatur Bumi yang diduga sudah terjadi sejak 160.000 tahun yang lalu. Distribusi kontributor gas rumah kaca itu ialah CO2 49%, CH4 18%, N2O 6%, CFC 14% dan gas lainnya 13%. Diduga pula, sebelum dihuni manusia, atmosfer Bumi telah berisi CO2, uap air dan gas lainnya sehingga planet ini menjadi hangat. Industri lantas melipatgandakan kadarnya menjadi 22 milyar ton/tahun dengan waktu retensi di atmosfer antara 50 - 200 tahun. Pada awal revolusi industri, kadar CO2 di atmosfer 280 ppm tetapi menjadi 383 ppm menurut pantauan IPCC tahun ini. Kalau nihil tindakan nyata dari semua negara, terutama negara maju, maka pada medio abad 21 ini kadar CO2 diprediksi mencapai 560 ppm sehingga temperatur naik 2 - 3 derajat Celcius. Lantas, terjadilah periode awal banjir sejagat. Betulkah demikian?
Banjir Sejagat
Ada pertanyaan, betulkah banjir sejagat atau minimal kematian pulau bisa terjadi karena Global Warming? Tak dimungkiri, kenaikan konsentrasi CO2 menjadi salah satu sebab kenaikan temperatur Bumi. Bersama metana yang ke luar dari rawa, sawah, dan tangki septik, gas CO2 dimasukkan ke dalam gas rumah kaca (greenhouse gas) dan konsentrasinya kian besar karena industri otomotif. Tambah runyam lagi karena terjadi pembakaran atau kebakaran hutan seperti di Kalimantan dan Riau. Dua dekade terakhir ini Riau telah memusnahkan tiga juta hektar hutannya dan lahan kritisnya menjadi 2,4 juta ha. Di Karangasem juga, area hutannya hanya 16% dari luas wilayahnya, setengah dari luasan ideal 32%. Ini pun ikut memperbanyak CO2 di atmosfer.
Jika demikian, betulkah nusa kecil bakal lenyap ditelan air laut? Teori yang bertalian dengan kenaikan muka air laut ialah teori pencairan “pulau” es di kutub atau Teori Lebur (Melting Theory). Dari data pasang surut air laut di sejumlah negara diperoleh gambaran bahwa fenomena tersebut betul terjadi walaupun bersifat lokal. Kenapa perlu dicermati? Karena ada dua perubahan penting yang mungkin terjadi, yaitu perubahan ketinggian muka air karena daratan bergerak relatif terhadap laut (perubahan isostatik) dan perubahan karena penambahan volume air laut dari pencairan es dan salju (perubahan eustatik) yang ada di daratan atau kontinental (benua). 
Benarkah es di Kutub Utara dan Kutub Selatan dapat mencair? Banyak kalangan yang setuju dengan pendapat ini kalau terjadi peningkatan temperatur atmosfer. Alasannya, jika temperatur global naik maka muka air laut pun naik, karena gunung es dan salju mencair. Air es tersebut masuk ke laut sehingga permukaannya naik dan membanjiri daratan atau pantai, bahkan pulau-pulau kecil bisa tenggelam. Terasa dugaan itu betul alias masuk akal. Namun demikian, Kutub Utara dan Kutub Selatan memiliki karakter yang berbeda. Kutub Selatan atau Antartika ialah daratan atau tanah yang dilapisi es. Bisa dikatakan sebagai landas kontinen (benua). Lapisan es di Antartika menutupi semua permukaan tanah dan sebagian yang lainnya terapung. Sebaliknya, Kutub Utara atau Laut Artik adalah air laut yang membeku membentuk “pulau” dan gunung es. Dapat disimpulkan, Kutub Utara, selain Greenland yang berupa tanah, ialah bongkahan es yang terapung di laut. 
Dengan demikian, apabila Global Warming terus berlanjut dan temperatur mondial terus naik, apa yang akan dialami oleh lempeng atau bukit-bukit es di kedua kutub tersebut? Jika “pulau-pulau terapung” di Kutub Utara mencair maka tidak akan banyak mempengaruhi ketinggian muka air laut! Kenapa? Analoginya ialah gelas yang penuh air, berisi sepotong es yang menyembul di permukaannya. Meskipun esnya habis mencair, tetapi air di gelas tidak akan tumpah. Pencairan es di Artik hanya akan mengubah wujudnya saja menjadi cair tetapi tidak punya efek untuk menaikkan permukaan air laut. Nihil dampaknya pada muka air laut. 
Hal sebaliknya terjadi di Kutub Selatan. Pencairan gunung es yang ada di daratan Antartika dapat mempengaruhi ketinggian muka air laut. Volume total es di daratan Antartika cukup besar untuk menambah volume air laut. Tetapi perlu dicatat, karakter sistem lingkungan di Antartika sangat-sangat dingin. Temperaturnya jauh di bawah titik nol sehingga tipislah kemungkinannya es di sana dapat mencair. Artinya, pemanasan global tidak akan dapat mencairkan semua es di Antartika karena temperaturnya akan tetap berada di bawah nol. Seandainya akibat panas global itu temperatur di Kutub Selatan dapat mendekati nol sehingga es mulai mencair maka dapat disimpulkan bahwa semua manusia sudah mati karena temperatur atmosfernya sangat panas sebelum berdampak pada kenaikan muka air laut. Apalagi di daerah katulistiwa dan gurun pasir di Arab dan Afrika, temperaturnya pasti sudah sangat panas dan semua orang terkena heat stroke.

Hal sebaliknya terjadi di Kutub Selatan. Pencairan gunung es yang ada di daratan Antartika dapat mempengaruhi ketinggian muka air laut. Volume total es di daratan Antartika cukup besar untuk menambah volume air laut. Tetapi perlu dicatat, karakter sistem lingkungan di Antartika sangat-sangat dingin. Temperaturnya jauh di bawah titik nol sehingga tipislah kemungkinannya es di sana dapat mencair. Artinya, pemanasan global tidak akan dapat mencairkan semua es di Antartika karena temperaturnya akan tetap berada di bawah nol. Seandainya akibat panas global itu temperatur di Kutub Selatan dapat mendekati nol sehingga es mulai mencair maka dapat disimpulkan bahwa semua manusia sudah mati karena temperatur atmosfernya sangat panas sebelum berdampak pada kenaikan muka air laut. Apalagi di daerah katulistiwa dan gurun pasir di Arab dan Afrika, temperaturnya pasti sudah sangat panas dan semua orang terkena heat stroke

Namun hal kontradiktif dapat saja terjadi. Peningkatan temperatur di Kutub Selatan menyebabkan air laut di sekitarnya menguap. Hembusan angin lalu membawa uap itu ke Kutub Selatan yang akhirnya jatuh dan membeku di daratan Antartika. Jika proses ini berlangsung terus maka sejumlah air pindah dari laut ke darat yang berarti justru terjadi penurunan muka air laut. Sekali lagi, muka air laut justru turun! Jika pemanasan global punya efek pada pencairan es di Artik dan penguapan air laut di sekitar Antartika sehingga permukaannya turun, apakah secara global air laut akan tetap naik? Sulit menjawabnya dengan pasti karena bergantung pada jumlah volume es yang mencair di Artik dan jumlah volume air laut yang menguap dan membeku di daratan Antartika. Terlihat, kasus ini tidak sesederhana yang diduga sebagian kalangan bahwa jika Bumi memanas sama dengan pencairan es dan berarti kenaikan muka air laut naik. 

Selain di Antartika, ada banyak es dan salju abadi karena tidak mencair sejak dulu, seperti di Pegunungan Jaya Wijaya (Papua) dan Himalaya (India). Pada awal abad ke-21 ini ada indikasi es tersebut mulai mencair. Jika pemanasan global berlanjut, boleh jadi semuanya akan mencair. Dari penelitian tentang pencairan gletser yang dilakukan Meier, terbukti bahwa terjadi kenaikan 2,8 cm muka air laut selama periode 1900-1961. IPCC pun memperkirakan akan terjadi kenaikan muka air laut sampai 29 cm pada tahun 2030 dan tahun 2070 menjadi 71 cm atau hampir 1 meter pada akhir abad 21 nanti. Ini berlaku jika emisi gas rumah kaca masih seperti saat ini apalagi jika ada peningkatan.

Akhir kata, dan ini yang pasti, CO2 hasil aktivitas manusia (anthropogenic) diyakini telah meningkatkan temperatur muka bumi. Diperkirakan, peningkatan dua kali kadar CO2 akan menaikkan temperatur Bumi antara 1,5 - 4,5 derajat Celcius dan berpengaruh pada pola iklim. Pemanasan global mungkin saja dapat mencairkan salju dan es yang mengakibatkan muka air laut naik. Namun demikian, mungkinkah temperatur atmosfer Bumi naik sekian puluh derajat sehingga semua esnya mencair? Mungkinkah pada saat itu manusia masih hidup? Sulit menjawabnya, perlu penelitian untuk memodelkan perubahan temperatur dan dampaknya pada es di daerah kutub, di daerah tropis dan subtropis. * (Gambar: Wikipedia)
 .
  

Minggu, 16 Desember 2012

Gempa Hasil Karya Manusia





 

 

 

 

 

 

 

HAARP : Senjata Mutakhir Pencipta Gempa 

by Black Dzulfiqar on Friday, April 27, 2012 at 8:04pm

High Frequency Active Auroral Research Program atau disingkat HAARP, merupakan suatu program penelitian gabungan yang dilakukan dan dibiayai oleh Angkatan Udara AS, Angkatan Laut AS, Universitas Alaska dan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). Proyek penelitian HAARP dimulai pada tahun 1993. Salah satu stasiun bumi HAARP milik Amerika ada di Alaska.  

HAARP “menembakkan” gelombang radio frekuensi dari yang sangat rendah hingga yang sangat tinggi keatas atmosfir. Salah satu efeknya akan mempengaruhi ionosfir dan stratosfir menjadi hangat, menciptakan awan dan merubah iklim dunia.
Jika diubah dengan frekuensi lainnya, maka gelombang radio frekuensi tersebut dapat terpantul oleh ionosfir dan kembali lagi ke Bumi untuk menciptakan gempa bumi atau bahkan dapat mempengaruhi pikiran manusia. Dan masih ada beberapa kemampuan HAARP lainnya.
Salah satu stasiun HAARP ada di Alaska yangt terdiri dari 360 antena. Masing-masing antena menghasilkan daya pancar minimal sebesar 10.000 watt.
Dan jika semua antena ini dinyalakan secara bersama-sama, maka akan menghasilkan 3,6 juta watt hingga milyaran watt. Gelombang radio tersebut dipancarkan ke atas, ke lapisan luar atmosfir. Efeknya akan membuat atmosfir lapisan teratas menjadi hangat dan dapat membuat awan.
Tujuan utama penelitian tersebut ialah untuk mempelajari lebih jauh lapisan ionosfer dan untuk menyelidiki potensi pengembangan teknologi ionospheric untuk komunikasi radio dan keperluan keamanan (misal: deteksi rudal).
Selain itu tujuannya juga agar dapat membuat pesawat terbang musuh jatuh atau satelit tak berfungsi. Namun masih banyak kemampuan lainnya yang tak disangka dan membuat mata terbelalak!
Pusat operasionalisasi HAARP berada di sebuah fasilitas milik Angkatan Udara AS dekat Gakona, Alaska, yang bernama HAARP Research Station. Instrumen terpenting dalam penelitian HAARP adalah Ionospheric Research Instrument (IRI), yaitu suatu radio pemancar frekuensi sangat rendah namun berdaya tinggi.
  
 Cara kerja HAARP
 
Memancarkan frekuensi sangat rendah / very low frekuensi (VLF) berdaya tinggi (jutaan watt) ke atmosfir. Namun lama-kelamaan ilmu dibidang frekuensi mulai dicoba untuk frekuensi-frekuensi lainnya, termasukfrekuensi tinggi atau High Frequency (HF).
Perlu diingat bahwa frekuensi tinggi (keatas) sangatlah lebar, masih banyak frekuensi-frekuensi selanjutnya. Setelah dicoba, maka hasilnya mencengangkan dan sangat menakutkan!
Semenjak penemuan frekuensi rendah dan kemudian digunakan juga untuk frekuensi tinggi dengan “menembak” atmosfir, maka HAARP otomatis dapat juga untuk kepentingan lainnya.



Dengan teknologi mutakhir sebagai senjata masa depan, HAARP dapat pula digunakan sebagai:
1. Mengubah keadaan atmosfir, membuat efek iklim dan cuaca suatu wilayah menjadi : kekekeringan, hujan, banjir, bersalju, angin kencang, tornado bahkan badai dan topan.
2. Pembuat Gempa Bumi, membuat efek suatu wilayah menjadi diguncang gempa bumi. Dan efek gempa bisa membuat Tsunami.
3. Mempengaruhi pemikiran dan perilaku manusia disuatu daerah, wilayah, bangsa ataupun negara. Mereka akan menjadi brutal, kasar, pembunuh dan psycopat alias gila.
Dan mungkin masih banyak lagi kemampuan lainnya, termasuk untuk membuat pesawat jatuh atau satelit tak berfungsi. Namun yang ada saja kita bahas satu persatu.
1. Mengubah Keadaan Atmosfir
Dengan pancaran HAARP menggunakan frekuensi tinggi (HF) akan berfungsi untuk mengubah cuaca dengan mengkondensasikan atau mengembunkan udara, salah-satunya adalah untuk membuat awan.
Untuk frekuensi HF melalui antena lalu “ditembakkan” ke atas, kearah lapisan stratosfir dan ionosfir yang berada di atmosfir bagian atas.
Cara ini membuat lapisan atmosfir kondisinya menjadi lebih hangat dan dapat menghasilkan butiran-butiran air yang nantinya akan menjadi awan-awan hujan.
Banyak tidaknya awan yang tercipta tergantung dari lama-tidaknya HAARP diaktifkan dan juga berapa besar kuat Watt yang akan ditembakkan ke lapisan atas atmosfir.
Selama ada angin, maka akan tercipta awan lurus panjang dan kadang berbentuk ular. Begitu panjangnya awan berisi butiran air ini hingga mengelilingi Bumi. Saintis menyebutnya seperti “sungai diangkasa”.
Awan-awan ini akan bisa menjadikan curah hujan biasa, hujan lebat hingga topan dan badai. Namun awan juga dapat diciptakan hanya agar terhalangnya sinar matahari yang menuju Bumi dan menyebabkan bumi lebih dingin atau malah lebih hangat dari biasanya.
2. Radio Frekuensi (Radio Wave) Dapat Menciptakan Gempa
HAARP juga disinyalir dapat pula menciptakan gempa dengan menembakkan frekuensi ke arah yang sama, angkasa.
Teknologi ini semakin berkembang sejak tahun 60-70an. Russia dan Cina juga termasuk yang lebih dulu memiliki teknologi HAARP ini.
Frekuensi demi frekuensi dicoba dari mulai yang rendah LV atau VLF dan juga frekuensi tinggi HF, VHF, UHF, dan lainnya.
Cara menciptakan gemba bumi adalah sama, frekuensi tetap ditembakkan ke atmosfir, lalu memantul kembali ke bumi.
Gelombang radio tersebut kemudian dapat masuk ke tanah hingga ke kerak Bumi. Bahkan kekuatan gelombang HAARP bisa menembus mantel Bumi lebih jauh dari dalamnya samudera.

* HAARP saat diaktifkan, gelombang radio
Berjuta/milyar watt diarahkan ke lapisan atas atmosfir agar menjadi awan
Akibat efek dan cara itu maka kepadatan dan materi di dalam tanah di wilayah tersebut akan terguncang. Apalagi jika diwilayah itu memang terletak di patahan yang tak stabil. Apa yang terjadi berikutnya? Terjadi gempa! Maka beebrapa gempa di laut juga dapat memicu Tsunami!
Untuk membuktikan kebenaran bahwa HAARP dapat membuat gempa bumi, seorang ilmuwan membuat simulasi sederhana, yaitu dengan sebuah maket miniatur kota yang komplit dengan rumah-rumah, bebatuan, pohon hutan, bukit dan lainnya.

 Antena HAARP milik Uni Soviet yang oleh pihak Amerika dijuluki “Woodpecker”



















lebih jelas..(click) disini.

Where is God...

Aku Tidak Menyembah Tuhan Yang Tidak Aku Lihat

Imam Ali as pernah ditanya oleh Dzi’lib al-Yamani : “Apakah Anda melihat Tuhan Anda, wahai Amirul Mu’minin?” Imam as menjawab, “Apakah aku akan menyembah (beribadah) Tuhan yang tidak kulihat?” Dzi’lib bertanya lagi : “Bagaimana Anda melihat-Nya?” Imam pun menjelaskan : “Tidaklah ia dapat dicapai oleh penyaksian mata kepala, tetapi ia dapat dicapai oleh hati yang telah dipenuhi hakikat keimanan (al-Qulub bi haqaiq al-Iman)” (Nahjul Balaghah, Khutbah No. 179)


BAGAIMANA MANUSIA DAPAT MELIHAT ALLAH?
Persoalan “Melihat Allah” adalah salah satu persoalan di dalam Ilmu Kalam yang tidak ada habis-habisnya dibahas oleh banyak ulama dari berbagai mazhab Islam. Persoalan “Melihat Allah” ini khususnya berkaitan dengan ayat : “Dan tatakala Musa datang (untuk bermunajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berbicara langsung kepadanya (Musa), (kemudian) ia (Musa) berkata (kepada Tuhan) : “Wahai Tuhan, nampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat kepada-Mu” Tuhan berfirman,”Sekali-kali kamu tidak akan (lan) dapat melihat-Ku…” (QS 7 : 143)
 
Hampir seluruh mazhab Islam sepakat bahwa Tuhan tidak dapat dilihat dengan mata kepala di dunia ini, tetapi bisa dilihat dengan mata batin para kekasih-Nya. Namun persoalan “Melihat Allah” di alam akhirat, mazhab-mazhab Islam terbagi dua : sebagian berpendapat bahwa Allah selamanya tak dapat dilihat dengan mata lahir, dan sebagiannya lagi berpendapat bahwa Allah bisa dilihat dengan mata lahir hanya di akhirat kelak dengan dalil ayat : “Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada hari itu berseri-seri, kepada Tuhannya mereka melihat” (QS 75 :22) Saya tidak bermaksud menghindar dari perbedaan pendapat ini, tetapi blog ini bukan tempatnya untuk membahas perbedaan pendapat tersebut. 

MELIHAT ALLAH DENGAN MATA BATIN
Bagi banyak orang — termasuk saya — yang tertutup mata batinnya, “Melihat Allah” merupakan perkara yang hampir mustahil. Keimanan dan keyakinan kita yang lemah menjadikan penglihatan batin kita tertutup dari Realitas-Nya yang senantiasa hadir di mana pun kita berada. Al-Qur’an yang mulia mengatakan, “Dan Dia beserta kamu dimana saja kamu berada.” (QS Al-Hadid [57] ayat 4).

Dan ayat lainnya, “Kemana pun engkau berpaling, di sana ada wajah Allah.” (QS Al-Baqarah [2] ayat 115)

Mungkin saja kita mengetahui keberadaan-Nya yang meliputi segala sesuatu, akan tetapi belum tentu kita merasakan dan meyakini kenyataan tersebut.
Berbeda dengan keyakinan kita, para kekasih Tuhan justru meyakini sebaliknya, sebagaimana yang diekspresikan oleh Sayyidu al-Syuhada’, Imam Husain as di dalam do’a-do’a beliau : “…Kapan Engkau pernah ghaib sehingga perlu bukti yang menunjukkan keberadaan-Mu? Kapan Engkau pernah jauh, sehingga tanda-tanda itu akan menyampaikan kepada-Mu? Sungguh butalah mata yang tidak melihat (menyadari) pengawasan Allah atasnya.” 31]
Seorang ‘arif billah, Ibn ‘Atha’illah al-Iskandari rahimahullah mengatakan, “Bagaimana mungkin dapat diyakini kalau sesuatu dapat menghijab Tuhan, padahal Dia-lah Zat yang menampakkan segala yang ada? Bagaimana pula dapat diyakini kalau sesuatu dapat menghijab Tuhan, jika Dia-lah yang tampak pada segala sesuatu?

Bagaimana dapat diyakini kalau sesuatu dapat menghijab Tuhan, padahal Dia-lah Yang tampak dalam setiap sesuatu?
Bagaimana dapat di yakini kalau sesuatu dapat menghijab Tuhan, padahal Dia-lah Yang Nyata untuk setiap sesuatu?
Bagaimana dapat diyakini kalau sesuatu dapat menghijab Tuhan, padahal Dia-lah Dzat Yang Nyata sebelum adanya segala sesuatu?
Bagaimana dapat diyakini kalau sesuatu dapat menghijab Tuhan, padahal Dia lebih jelas tampak daripada segala sesuatu?
Bagaimana dapat diyakini kalau sesuatu dapat menghijab Tuhan, padahal Dia-lah Dzat Yang Esa yang tidak ada di samping-Nya sesuatu apa pun?
Bagaimana dapat diyakini kalau sesuatu dapat menghijab Tuhan, padahal Dia lebih dekat kepadamu daripada segala sesuatu lainnya?
Bagaimana dapat diyakini kalau sesuatu dapat menghijab Tuhan, padahal seandainya tidak ada Dia niscaya tidak akan ada segala sesuatu?
Ini semua adalah suatu keajaiban, bagaimana Yang Maha Wujud dijelmakan kepada sesuatu yang bersifat tiada, dan bagaimana sesuatu yang baru yang bersifat bergantung pada lainnya dapat berdiri di sisi Tuhan Yang memiliki sifat kekal?” 32]
Jika kita meyakini Allah terhijab oleh sesuatu, maka bukankah hal ini berarti kita meyakini bahwa Allah “dibatasi” (dihijab) oleh sesuatu tersebut?
Dan jika kita meyakini bahwa Allah itu dibatasi oleh sesuatu, bukankah dengan demikian berarti Allah itu terbatas? Jika demikian berarti sesuatu yang membatasi itu dapat menguasai terhadap yang dibatasi? Padahal Allah, Maha Kuasa atas semua makhluk-makhluk-Nya!
Ibn ‘Atha’illah menambahkan, “Tak ada satu pun eksistensi di sisi Allah yang menutupimu dari-Nya, karena memang tidak ada apa pun selain Dia. Yang menutupi dari-Nya adalah ilusimu sendiri yang menganggap ada yang lain di samping-Nya.” 33]

Semua yang tampak oleh kita, hakikatnya, merupakan manifestasi Tuhan, karena kata Muhyiddin Ibn ‘Arabi, “Sesungguhnya entitas adalah satu, tetapi ia adalah banyak” (fa inna al-‘ayn wahidah wa hiya al-katsirah). 34] 

Dengan kata lain, bahwa entitas-Nya adalah satu dari sisi Zat-Nya tapi banyak dari sisi penampakan-penampakan-Nya, nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya.
Jika Anda melihat huruf, maka Anda tiada melihat titik-titik yang membentuk huruf, begitu pun sebaliknya, jika Anda melihat titik-titik yang membentuk huruf, maka Anda tidak melihat huruf yang terbentuk oleh titik-titik. 

Atau jika Anda memerhatikan keindahan laut yang membentang biru, maka Anda terabaikan dari melihat sekumpulan air yang membentuk lautan tersebut, demikian juga sebaliknya.
Bagaimana pun, pengabaian kita akan hakikat-hakikat dari seluruh manifestasi-Nya merupakan hijab dari diri kita sendiri, karena sejatinya, kata Ibn ‘Atha’illah, “Al-Haqq (Allah) tidak pernah terhijab darimu, bahkan engkaulah yang terhijab dari melihat-Nya.” 35] 

Laa hawla wa laa quwwata illa billah.

Renungan Hati

Menangislah...

Mungkin itulah kata yang tepat, untuk pertama kali saya ucapkan pada diri ini (jiwa dan ruh ini) ... Karena begitu 'menonjok'-nya nasihat dari salah satu sahabat Rosululloh SAW yang mulia ini.

"Duhai Alloh yang Maha Mengampuni, ampuni aku.. Wahai Robb yang Maha Menyayangi, sayangi aku..


Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan.
Keyakinan tinggal pemikiran, yang tidak berbekas pada perbuatan.
Banyak orang baik, tapi tidka berakal..

Ada orang berakal, tapi tidak beriman..
Ada yang berlidah fasih, tapi berhati lalai..
Ada yang khusyuk, tapi sibuk dalam kesendirian..
Ada yang ahli ibadah, tapi mewarisi kesombongan iblis..
Ada yang ahli maksiat, tapi rendah hati bagaikan sufi..
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat, dan..
Ada yang banyak menangis karena kufur nikmat..
Ada yang murah senyum, tapi hatinya mengumpat..
Ada yang berhati tulus, tapi wajahnya cemberut..
Ada yang berlisan bijak, tapi tak memberi teladan..
Ada pezina, yang tampil jadi figur..
Ada yang punya ilmu, tapi tidak paham..
Ada yang paham, tapi tidak menjalankan..
Ada yang pintar, tapi membodohi..
Ada yang bodoh, tapi tak tahu diri..
Ada yang beragama, tapi tidak berakhlak..
Ada yang berakhlak, tapi tidak ber-Tuhan..
Lalu, diantara semua itu.. aku ada dimana?!

(ALI BIN ABI THOLIB, rodhiyaLLohu 'anhu)

Lelaki Akhirat

Tulisan dibawah ini saya kutip, karena sangat memberikan inspirasi dan motivasi untuk selalu istiqomah dan semangat menjaga cita-cita tertinggi setiap dai: syahid fi sabilillah..

Kadar dan proposi seseorang dalam perannya di dunia, tidak boleh melupakan dan menggeser cita-cita perjuangannya, walaupun sedikit!

Selamat membaca kisah nyata dibawah ini:
-------------------------------------------
BRIGADE IZZUDIN AL-QOSSAM, sangat ditakuti israel. Tak mudah memang menjadi anggota brigade ini, benar-benar mujahid pilihan. Tangguh, skill tempur yang tinggi, mental membaja, tekad yang kuat, dan semangat jihad yang senantiasa menggelora, bergemuruh di jiwa mereka, tak pernah padam, dilandasi keimanan yang kokoh dan keikhlasan dalam berjuang. Jika belum hafizh al-Qur’an (30 juz), tak bisa masuk dalam pasukan elit ini. Wajar jikaisrael gentar nyalinya, meski dipersenjatai dengan tank baja, senjata mutakhir dan pesawat tempur canggih pasokan amerika serikat. Tentara langit tentu berbeda dengan tentara bumi. Lelaki akhirat pasti berbeda dengan lelaki bumi. Prajurit fikroh dan aqidah pasti berbeda dengan prajurit dengan ambisi duniawi dan polutannya.

Suatu ketika seorang ikhwah diizinkan masuk ke terowongan bawah tanah milik Hamas. Disitu ia bertemu dengan satu katibah al-Qassam. Semua memakai penutup wajah, sehingga ikhwah ini tak bisa melihat wajah dan tak kenal siapa lelaki-lelaki akhirat ini. Berkali-kali ia membujuk agar diizinkan melihat wajah pasukan khusus ini, tak seorangpun yang membukanya. Melihat keinginan kuatnya, akhirnya satu persatu mujahid membuka penutup wajahnya, semuanya, kecuali satu orang. Ikhwah ini kembali membujuk, hingga menyebut nama Allah, barulah ia mau menampakkan wajahnya. Betapa terkejutnya ikhwah ini, termasuk sebagian mujahidin al-Qassam, karena lelaki terakhir yang membuka penutup wajah itu, yang tak ingin orang-orang mengenalnya, yang sering terjun langsung berjihad melalui terowongan bawah tanah itu, yang menggentarkan tentaraisrael la’natullah, ternyata adalah orang nomor satu di Pemerintahan Palestina, pejabat tertinggi negara, perdana menteri, Ustadz Ismail Hanniyah. Allaahu Akbar…Allaahu Akbar.

Ikhwah fillah,
Sesungguhnya banyak kisah menakjubkan dari mujahid-mujahid ikhwan yang patut menjadi contoh dan penumbuh semangat kita untuk bergerak di jalan dakwah ini. Beliau yang di satu sisi berpenampilan rapi, berjas berdasi, memimpin rapat-rapat kenegaraan bersama menteri-menteri, menerima tamu-tamu negara, tapi di saat lain ia al-hafizh berada di dalam terowongan bersama lelaki-lelaki akhirat, ia adalah anggotabrigade super khusus yang siap menggempur israel la’natullah. Begitu sulit merangkai kata menjelaskannya.

Ikhwah fillah,
Sementara kita disini merangkai amal demi amal, berharap dengan amal yang sedikit ini mampu membuat kita dipilih oleh Allah menjadi lelaki dan wanita akhirat, lelaki dan wanita surga. Maka kita malu jika lalai dalam ibadah, malu jika lalai menghadiri usroh dan liqo-liqo apapun termasuk atas keterlambatan hadir, malu jika amanah dakwah tidak sempurna kita tunaikan, malu jika tidak memiliki semangat dalam harokah ini, malu untuk menyusun kata atas seringnya udzur, malu jika masih memiliki prasangka negatif kepada ikhwah, qiyadah dan jamaah ini, malu jika kita masih memiliki lintasan harapan keduniaaan dalam dakwah ini, berupa ambisi jabatan, popularitas, maupun kepentingan-kepentingan pribadi. Lindungi kami ya Allah.
Ikhwah fillah, yakinilah bahwa setiap apapun yang kita lakukan untuk dakwah ini, perjalanan kita menghadiri liqo di siang dan malam hari, ataupun rapat, aksi, silaturahim, maupun program dakwah lainnya, pasti dicatat oleh Allah SWT. Bahkan atsar atau bekas-bekas amal yang kita tinggalkan pun akan dikumpulkan Allah dalam Kitab-Nya. Ilmu dan nasihat yang kita sampaikan dalam halaqoh, ide-ide hasanah yang kita sampaikan dalam rapat-rapat…semua amal dan bekas-bekasnya itu, akan dikumpulkan lagi oleh Allah SWT. Allaahu Akbar.
Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang telah mati dan Kami mencatat apa-apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang nyata (QS Yasin:12)
Oleh karena itu ikhwah fillah, berikan yang terbaik dalam setiap amal kita, berikan yang terbaik dalam setiap liqo’ kita, landasi setiap amal dan pembicaraan dengan keikhlashan, pasti Allah mencatat itu semua.


Sumber         : milist PKPU
Editing         : Dedi M

Narasumber : Abu Fauzan.

Rabu, 12 Desember 2012

Makna Demo Kratos

Sebuah negeri didirikan oleh hukum rimba, siapa yang kuat dialah yang memimpin, siapa yang lebih besar dialah yang benar, siapa yang lebih kuasa dialah yang mengatur, kebenaran ada dipihak penguasa, proses pencapaian kekuasaaan di hutan rimba yang penuh hewan buas tidak terlepas dari peperangan, penindasan, rekayasa, kebohongan disertai pengingkaran diri. 

Kelompok semut memprotes penguasa rimba hanya untuk membagi gula, semut memerangi semut tidak untuk merebut kemenangan, melainkan untuk berebut gula, kebenaran terletak bukan pada hakikatnya melainkan pada siapa yang berkuasa, dengan cara apapun yang penting menang... siapa yang menang ..dialah yang benar..

Lalu si kalah akan menyusun cara untuk menuntut si pemenang dengan berbagai cara, mencari berbagai kelemahan dan kekurangan dari si penguasa/pemenang, ketika si penguasa ketahuan kekurangannya maka si kalah melakukan unjuk rasa, dengan dalih keadilan untuk rakyat (Rakyat ??????) rakyat yang mana...? rakyat yang tergabung dikelompoknya sendiri.

Demo = Menunjukan (kebenaran, kesalahan, perasaan, kekuatan, kelemahan, kekurangan, kelebihan, kesakitan dll) Kratos = Kreatifitas ( Keahlian, Keunggulan, Kebudayaan dll ).
Seperti halnya di negeri ini, semua kelompok yang merasa tidak terakomodir asfirasinya bicara tentang kebenaran dan keadilan melalui demo, tuntutan keadilan bagi suatu kelompok yang merasa tertindas, terutama penindasan secara ekonomi, ketika suatu kelompok telah merasakan akan tercapanya keadilan ekonomi, mereka tak lagi memikirkan keadilan bagi kelompok lain yang masih menuntut keadilan. 

Lalu dimanakah letak keadilan sesungguhnya...? kedilan terletak pada bagaimana seseorang atau kelompok yang telah merasakan akan tercapainya suatu tujuan mereka, tanpa memikirkan kelompok lainnya yang masih mengharapkan keadilan... akhirnya kelompok yang tidak terakomodir aspirasinya akan membentuk lagi suatu kelompok lagi dengan berbagai jenis nama dan simbol bermacam-macam, begitu juga dengan kelompok-kelompok lainnya lagi, terus dan terus membentuk sutu kelompok untuk menuntut keinginan meeka, sehigga begitu banyak atribut-atribut kelompok yang tersebar dimana mana yang menggaungkan keadilan.

Sehingga si pemenang/penguasa tidak bisa tinggal diam, mereka turut mengkampanyekan keadilan melalui dalil pembangunan dengan cara membagi kue kekuasaan dengan kelompok tertentu, dengan merangkul salah satu atau beberapa kelompok masyarakat yang dipandang kuat untuk menjadi tandingan bagi kelompok masyarakat yang menuntut keadilan kepadanya.  

Ketika kelompok masyarakat yang kuat telah berpihak kepada pihak pemenang...masyarakat awam tak lagi tahu keadilan yang sesungguhnya. Berpikir dan bertindak benar di tempat orang-orang tidak benar  maka hasilnya menjadi tidak baik, justru si benar itu yang akan di anggap salah oleh sekelompok besar yang tidak benar.

Suatu negara di bangun dan didirikan oleh konsfirasi besar yang di dalamnya terdapat berbagai macam kebohongan, tipu muslihat, penindasan, amoral, kebiadaban, yang semuanya diselimuti oleh kedok politik yang cantik dan tampan, dengan istilah masa sekarang adalah pencitraan...sehingga akhirnya kedok tersebut di contoh lagi oleh kelompok oposisi lainnya, karena dianggap cara demikan cukup jitu untuk dijadikan senjata untuk perebutan simpati rakyat, yang mudah-mudahan rakyat dapat dibohongi.