HAARP : Senjata Mutakhir Pencipta Gempa
by Black Dzulfiqar on Friday, April 27, 2012 at 8:04pm
High Frequency Active Auroral Research Program atau disingkat HAARP, merupakan suatu program penelitian gabungan yang dilakukan dan dibiayai oleh Angkatan Udara AS, Angkatan Laut AS, Universitas Alaska dan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). Proyek penelitian HAARP dimulai pada tahun 1993. Salah satu stasiun bumi HAARP milik Amerika ada di Alaska.
HAARP “menembakkan” gelombang radio frekuensi dari yang sangat rendah
hingga yang sangat tinggi keatas atmosfir. Salah satu efeknya akan
mempengaruhi ionosfir dan stratosfir menjadi hangat, menciptakan awan
dan merubah iklim dunia.
Jika diubah dengan frekuensi lainnya, maka gelombang radio frekuensi tersebut dapat terpantul oleh ionosfir dan kembali lagi ke Bumi untuk menciptakan gempa bumi atau bahkan dapat mempengaruhi pikiran manusia. Dan masih ada beberapa kemampuan HAARP lainnya.
Jika diubah dengan frekuensi lainnya, maka gelombang radio frekuensi tersebut dapat terpantul oleh ionosfir dan kembali lagi ke Bumi untuk menciptakan gempa bumi atau bahkan dapat mempengaruhi pikiran manusia. Dan masih ada beberapa kemampuan HAARP lainnya.
Salah satu stasiun HAARP ada di Alaska yangt terdiri dari 360 antena.
Masing-masing antena menghasilkan daya pancar minimal sebesar 10.000
watt.
Dan jika semua antena ini dinyalakan secara bersama-sama, maka akan
menghasilkan 3,6 juta watt hingga milyaran watt. Gelombang radio
tersebut dipancarkan ke atas, ke lapisan luar atmosfir. Efeknya akan
membuat atmosfir lapisan teratas menjadi hangat dan dapat membuat awan.
Tujuan utama penelitian tersebut ialah untuk mempelajari lebih jauh
lapisan ionosfer dan untuk menyelidiki potensi pengembangan teknologi
ionospheric untuk komunikasi radio dan keperluan keamanan (misal:
deteksi rudal).
Selain itu tujuannya juga agar dapat membuat pesawat terbang musuh
jatuh atau satelit tak berfungsi. Namun masih banyak kemampuan lainnya
yang tak disangka dan membuat mata terbelalak!
Pusat operasionalisasi HAARP berada di sebuah fasilitas milik
Angkatan Udara AS dekat Gakona, Alaska, yang bernama HAARP Research
Station. Instrumen terpenting dalam penelitian HAARP adalah Ionospheric
Research Instrument (IRI), yaitu suatu radio pemancar frekuensi sangat
rendah namun berdaya tinggi.
Cara kerja HAARP
Perlu diingat bahwa frekuensi tinggi (keatas) sangatlah lebar, masih
banyak frekuensi-frekuensi selanjutnya. Setelah dicoba, maka hasilnya
mencengangkan dan sangat menakutkan!
Semenjak penemuan frekuensi rendah dan kemudian digunakan juga untuk
frekuensi tinggi dengan “menembak” atmosfir, maka HAARP otomatis dapat
juga untuk kepentingan lainnya.
Dengan teknologi mutakhir sebagai senjata masa depan, HAARP dapat pula digunakan sebagai:
1. Mengubah keadaan atmosfir, membuat efek iklim dan cuaca suatu
wilayah menjadi : kekekeringan, hujan, banjir, bersalju, angin kencang,
tornado bahkan badai dan topan.
2. Pembuat Gempa Bumi, membuat efek suatu wilayah menjadi diguncang gempa bumi. Dan efek gempa bisa membuat Tsunami.
3. Mempengaruhi pemikiran dan perilaku manusia disuatu daerah, wilayah, bangsa ataupun negara. Mereka akan menjadi brutal, kasar, pembunuh dan psycopat alias gila.
2. Pembuat Gempa Bumi, membuat efek suatu wilayah menjadi diguncang gempa bumi. Dan efek gempa bisa membuat Tsunami.
3. Mempengaruhi pemikiran dan perilaku manusia disuatu daerah, wilayah, bangsa ataupun negara. Mereka akan menjadi brutal, kasar, pembunuh dan psycopat alias gila.
Dan mungkin masih banyak lagi kemampuan lainnya, termasuk untuk
membuat pesawat jatuh atau satelit tak berfungsi. Namun yang ada saja
kita bahas satu persatu.
1. Mengubah Keadaan Atmosfir
Dengan pancaran HAARP menggunakan frekuensi tinggi (HF) akan
berfungsi untuk mengubah cuaca dengan mengkondensasikan atau
mengembunkan udara, salah-satunya adalah untuk membuat awan.
Untuk frekuensi HF melalui antena lalu “ditembakkan” ke atas, kearah
lapisan stratosfir dan ionosfir yang berada di atmosfir bagian atas.
Cara ini membuat lapisan atmosfir kondisinya menjadi lebih hangat dan
dapat menghasilkan butiran-butiran air yang nantinya akan menjadi
awan-awan hujan.
Banyak tidaknya awan yang tercipta tergantung dari lama-tidaknya
HAARP diaktifkan dan juga berapa besar kuat Watt yang akan ditembakkan
ke lapisan atas atmosfir.
Selama ada angin, maka akan tercipta awan lurus panjang dan kadang
berbentuk ular. Begitu panjangnya awan berisi butiran air ini hingga
mengelilingi Bumi. Saintis menyebutnya seperti “sungai diangkasa”.
Awan-awan ini akan bisa menjadikan curah hujan biasa, hujan lebat
hingga topan dan badai. Namun awan juga dapat diciptakan hanya agar
terhalangnya sinar matahari yang menuju Bumi dan menyebabkan bumi lebih
dingin atau malah lebih hangat dari biasanya.
2. Radio Frekuensi (Radio Wave) Dapat Menciptakan Gempa
HAARP juga disinyalir dapat pula menciptakan gempa dengan menembakkan frekuensi ke arah yang sama, angkasa.
Teknologi ini semakin berkembang sejak tahun 60-70an. Russia dan Cina
juga termasuk yang lebih dulu memiliki teknologi HAARP ini.
Frekuensi demi frekuensi dicoba dari mulai yang rendah LV atau VLF dan juga frekuensi tinggi HF, VHF, UHF, dan lainnya.
Cara menciptakan gemba bumi adalah sama, frekuensi tetap ditembakkan ke atmosfir, lalu memantul kembali ke bumi.
Gelombang radio tersebut kemudian dapat masuk ke tanah hingga ke
kerak Bumi. Bahkan kekuatan gelombang HAARP bisa menembus mantel Bumi
lebih jauh dari dalamnya samudera.
* HAARP saat diaktifkan, gelombang radio
Berjuta/milyar watt diarahkan ke lapisan atas atmosfir agar menjadi awan
Akibat efek dan cara itu maka kepadatan dan materi di dalam tanah di
wilayah tersebut akan terguncang. Apalagi jika diwilayah itu memang
terletak di patahan yang tak stabil. Apa yang terjadi berikutnya?
Terjadi gempa! Maka beebrapa gempa di laut juga dapat memicu Tsunami!
Untuk membuktikan kebenaran bahwa HAARP dapat membuat gempa bumi,
seorang ilmuwan membuat simulasi sederhana, yaitu dengan sebuah maket
miniatur kota yang komplit dengan rumah-rumah, bebatuan, pohon hutan,
bukit dan lainnya.
Antena HAARP milik Uni Soviet yang oleh pihak Amerika dijuluki “Woodpecker”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar